Kemarin malam, ketika aku kembali berkontak dengan salah satu teman yang pernah dekat danganku. Emen atau Clementine, seseorang yang pernah dulu ku senangi, salah satu teman yang paling enak diajak ngobrol, dan seseorang yang paling imut mukanya.
Dulu aku sangat menyukai dia, namun entah kenapa, dia terus menganggap hanya sebatas teman. Yah.., bisa aku mengerti tentang hal itu. Perbedaan jarak umur 2 tahun, dan kami jarang bertemu. Pertemuan dengannya pun hanya sebatas pas di les, tidak lebih.
Sampai sekarang sebenarnya apa yang aku rasakan dengan dia tidak brubah. Namun memang karena persoalan jarak dan tidak pernah bertemu, yang membuatku loss contact dengan dia slama beberapa tahun.
Say Hi ! , itu saja yang kulakukan ketika bertemu dengan dia, yah , dengan keberanian ku yang sedikit ini, hanya itu lah yang bisa kulakukan kepada orang yang kusuka, tak pernah bisa aku memberanikan diri terhadap orang yang kusuka.
Namun , ketika aku dihadapkan kepada teman-teman, yang kulakukan adalah apa yang biasa aku lakukan, sama sekali tak ada rasa malu atau bagaimana. Namn ketika aku harus berhadapan dengan seseorang yang aku suka, lain ceritanya, malu malu dan malu......
Sekarang tidak ada yang sedang kudekati, entah karena aku sudah malas dengan lika liku percintaan, atau apapun itu. Yang pasti aku berusaha untuk menyadari bahwa apa yang terjadi ini merupakan salahku. Kenapa aku harus “ malu” sementara orang- orang itdak malu. Diluar sana orang mendapatkan kebahagiaan dengan seseorang yang mereka sukai, sedangkan aku dan orang-orang yang berperasaan sama denganku , mendapatkan kenyataan pahit bahwa sampai sekarang kami belum mendapatkan sesorang yang cocok dan yang kami sukai.
SEMUA DIREBUT DEPAN MATA , bukan semacam penyesalan atau kemarahan. Hanya lah refleksi diri betapa bodohnya diriku. Membiarkan semuanya yang ada diepan mata ku direbut dengan mudahnya.
Kata –kata yang aneh. Wanita yang aku sukai , direbut begitu saja didepan mata, karena ketidakberanian ku mendekati wanita itu. Laki-laki yang mendapatkan wanita itu sungguh beruntung. Namun dalam hati aku selalu iri dengan mereka yang bisa mendapatkan wanita itu. Diluar, didepan wanita itu , aku slalu mengatakan kebalikan, selalu aku mengatakan bahwa aku turut senang dengan apa yang dirasakan wanita itu.
Ketika mereka sudah menjalani hbungan, selalu aku mengatakan “ semoga langgeng “ atau “ selamat” . Semua itu mengingkari apa yang dikatakan oleh diriku. Aku sama sekali tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Well , gua kira ini udah terlalu panjang, akhir kata.., SALAM PATAH HATI dari gua
Patah HATII
Posted by
A d '
at
Tuesday, January 19, 2010
Labels: My life


0 comments:
Post a Comment