Greet the New Year !!!

Renungan buat tahun 2009
Selama tahun 2009 ini gua merasakan banyak hal, dari pahitnya kehidupan, susahnya sekolah, susahnya UAN, konflik, dilema, hangatnya jatuh cinta,dan sakitnya putus cinta. Namun tetap saja, “ life must go on” ngak akan terhambat hanya karena itu...
Kerikil- kerikil yang ada di perjalanan itu akan membentuk hidupku. Alih-alih mengeluh terhadap apa yang ada di depan, aku lebih memilih untuk menghadapi apa yang muncul di hadapanku.
Tahun 2009, benar-benar menjadi tahun yang memberikan berkah cinta, dari tahun 2009 ini lah aku bisa mendapatkan cinta dari seseorang yang sangat sayang terhadapku.
Tahun 2009 menjadi tahun dimana mentalku diuji, untuk memmutuskan apa yang paling baik bagi diriku sendiri. Ya , itu adalah memutuskan dimana aku akan kuliah. Aku sadar, jika ini bukan persoalan yang mudah, melainkan sesuatu yang menentukan masa depanku. Namun apa yang kurasakan di Bandung, mungkin aku tidak salah memilih, mungkin inilah jalan hidupku.
Tantangan demi tantangan datang silih berganti di Bandung, mulai dari masalah kepemimpinan, masalah masuk kesalam organisasi, masalah dimana gua harus masuk dalam suatu komunitas yang baru, masalah akademis, dan masalah pertemanan. Masalah- masalah ini telah membuatku lebih dewasa, seiring bagaimana aku merespon terhadap masalah ini.
Namun tidak selalu aku melalui hal yang berat dengan benar, terkadang aku malah bisa sangat depresi, namun aku brusaha untuk bangkit kembali dan maju kedepan.
Satu masalah yang sampai sekarang masih aku pikirkan adalah masalah masa depanku. Aku memikirkan bahwa masa depan sebagai Arsitek memang besar, namun masa depan itu tidak bisa menopang impian-impian yang telah aku impikan. Sampai saat ini apa yang aku impikan hanya sebatas mimpi belaka, sampai saat ini belum ada satupun yang tercapai.
Aku sadar apa yang terjadi, aku ini anak tunggal , anak pertama , adik-adiku masih kecil, aku lah yang akan menggantikan menjadi penopang keluarga kelak. Namun sampai sekarang aku masih belum bisa menemukan apa yang bisa aku andalkan sebagai kartu truff ku.
Depresi ini membuat ku ingin putus dari kuliah alih-alih menjalani kuliah. Namun aku tetap akan menjalankan apa yang diinginkan oleh orang tuaku yaitu menamatkan kuliah.
Yah, semoga tahun 2010 ini menjadi tahun titik balik dimana gua akan mendapatkan sesuatu yang aku cari.

Patah HATII

Kemarin malam, ketika aku kembali berkontak dengan salah satu teman yang pernah dekat danganku. Emen atau Clementine, seseorang yang pernah dulu ku senangi, salah satu teman yang paling enak diajak ngobrol, dan seseorang yang paling imut mukanya.
Dulu aku sangat menyukai dia, namun entah kenapa, dia terus menganggap hanya sebatas teman. Yah.., bisa aku mengerti tentang hal itu. Perbedaan jarak umur 2 tahun, dan kami jarang bertemu. Pertemuan dengannya pun hanya sebatas pas di les, tidak lebih.
Sampai sekarang sebenarnya apa yang aku rasakan dengan dia tidak brubah. Namun memang karena persoalan jarak dan tidak pernah bertemu, yang membuatku loss contact dengan dia slama beberapa tahun.
Say Hi ! , itu saja yang kulakukan ketika bertemu dengan dia, yah , dengan keberanian ku yang sedikit ini, hanya itu lah yang bisa kulakukan kepada orang yang kusuka, tak pernah bisa aku memberanikan diri terhadap orang yang kusuka.
Namun , ketika aku dihadapkan kepada teman-teman, yang kulakukan adalah apa yang biasa aku lakukan, sama sekali tak ada rasa malu atau bagaimana. Namn ketika aku harus berhadapan dengan seseorang yang aku suka, lain ceritanya, malu malu dan malu......
Sekarang tidak ada yang sedang kudekati, entah karena aku sudah malas dengan lika liku percintaan, atau apapun itu. Yang pasti aku berusaha untuk menyadari bahwa apa yang terjadi ini merupakan salahku. Kenapa aku harus “ malu” sementara orang- orang itdak malu. Diluar sana orang mendapatkan kebahagiaan dengan seseorang yang mereka sukai, sedangkan aku dan orang-orang yang berperasaan sama denganku , mendapatkan kenyataan pahit bahwa sampai sekarang kami belum mendapatkan sesorang yang cocok dan yang kami sukai.
SEMUA DIREBUT DEPAN MATA , bukan semacam penyesalan atau kemarahan. Hanya lah refleksi diri betapa bodohnya diriku. Membiarkan semuanya yang ada diepan mata ku direbut dengan mudahnya.
Kata –kata yang aneh. Wanita yang aku sukai , direbut begitu saja didepan mata, karena ketidakberanian ku mendekati wanita itu. Laki-laki yang mendapatkan wanita itu sungguh beruntung. Namun dalam hati aku selalu iri dengan mereka yang bisa mendapatkan wanita itu. Diluar, didepan wanita itu , aku slalu mengatakan kebalikan, selalu aku mengatakan bahwa aku turut senang dengan apa yang dirasakan wanita itu.
Ketika mereka sudah menjalani hbungan, selalu aku mengatakan “ semoga langgeng “ atau “ selamat” . Semua itu mengingkari apa yang dikatakan oleh diriku. Aku sama sekali tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Well , gua kira ini udah terlalu panjang, akhir kata.., SALAM PATAH HATI dari gua